Keadilan TIDAK BISA DIBELI dengan AMAL.
Bayangkan pemilik dapur MBG korupsi 10M, hakim melepaskan orang tersebut karena dia memberikan santunan kepada 100 orang anak Yatim-Piatu. Adilkah?
Seseorang berhutang 150 jt kepada orang lain, lalu berkata “Saya tidak membayar hutang, tapi kan saya sering berbuat baik kepada orang lain”. Adilkah?
Lalu pikirkan seorang rohaniawan melakukan perzinahan dan dosa-dosa lainnya, lalu dia berpuasa selama sebulan. Menurut ajarannya puasanya ini dapat menghapus semua dosa-dosanya. Setelah puasa dia kembali suci seperti bayi. Adilkah? Adilkah? Adilkah? 🤔
Sang yang maha adil tidak mungkin tidak adil, karena Dialah KEADILAN. Keadilan menuntut setiap dosa/kejahatan HARUS dihukum. Jika dosa/kejahatan tidak dihukum, maka keadilan TIDAK ADA. Faktanya KEADILAN itu ada, karena itu dosa harus dihukum.
Masalahnya manusia “menciptakan Tuhan” yang tidak adil (dalam pikirannya) sehingga menghasilkan Tuhan yang DAPAT menukar dosa dengan AMAL. Tuhan yang bisa menukar dosa dengan puasa. Tuhan yang bisa menukar kejahatan dengan perbuatan baik.
Saya tanya ketukang pangkas “apakah adil jika seorang hakim melepaskan penjahat hanya karena penjahat itu melakukan amal”. Dia jawab, TIDAK ADIL. Lalu saya tanya lagi, apakah kejahatan boleh dilepaskan dengan berpuasa? Keadilan dalam hatinya “bertubrukan” dengan ajaran yang ia pegang sehingga dia jawab “Tidak TAHU”.
Sebenarnya dia tahu jawabannya, namun karena imannya, akal sehatnya “mampet”, dia tidak jujur. Padahal jika dia jujur terhadap kebenaran, kebenaran itu akan membebaskannya dari ajaran yang ia pegang.
Ada tertulis “Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah”. Dosa berada di bawah tuntutan keadilan Allah. Karena keadilan Allah itu nyata, maka dosa harus dihukum. Dosa yang HANYA diampuni tanpa dihukum adalah KETIDAKADILAN. Ketidakadilan tanpa hukuman seperti ini adalah hayalan ala pengadilan bayaran.
Lalu bagaimana manusia bisa diselamatkan?
Jawaban satu-satunya adalah Yesus Kristus TELAH menanggung hukuman atas dosa Anda dan saya. Hukuman itu tidak dihapus, tetapi dipindahkan kepada Kristus, seperti ada tertulis:
a. Dia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib (1 Petrus 2:24).
b. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21).
c. Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci (1 Korintus 15:3).
Di salib keadilan Allah tetap ditegakkan, karena dosa HARUS dihukum. Kasih Allah TELAH dinyatakan, karena Yesus MENANGGUNG hukuman itu bagi kita.
Itulah sebabnya Injil adalah kabar baik dari Surga. Manusia tidak DAPAT menyelamatkan dirinya dengan amal, puasa, atau perbuatan baik, tetapi oleh PENGORBANAN Yesus Kristus di salib.
Gbl. Ranto V. Simamora