{"id":232,"date":"2025-07-11T08:54:01","date_gmt":"2025-07-11T01:54:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/?p=232"},"modified":"2025-07-11T08:54:02","modified_gmt":"2025-07-11T01:54:02","slug":"karena-kasih-karunia-kamu-diselamatkan-oleh-iman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/232\/karena-kasih-karunia-kamu-diselamatkan-oleh-iman\/","title":{"rendered":"Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman!"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Bagaimana dengan Yakobus 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.<\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan Yakobus memulainya dengan kesimpulan di ayat 17 bahwa iman yang benar harus <strong>DISERTAI <\/strong>perbuatan nyata. Perbuatan inilah yang menunjukkan, memperlihatkan iman kita tidak kosong apalagi mati, tapi iman yang benar dan hidup.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak <strong>disertai<\/strong> perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.<br>18Tetapi mungkin ada orang berkata: \u201dPadamu ada iman dan padaku ada perbuatan\u201d, aku akan menjawab dia: \u201dTunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan <strong>aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku<\/strong>.\u201d 19Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. 20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah <strong>iman yang kosong<\/strong>? 21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 22 Kamu lihat, bahwa iman <strong>bekerjasama<\/strong> dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman <strong>menjadi sempurna<\/strong>. 23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: &#8220;Lalu percayalah Abraham kepada Allah, <em>maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran<\/em>.&#8221; Karena itu Abraham disebut: &#8220;Sahabat Allah.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><br>Roma 4:9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.\u00a0<em>10Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan<\/em>? Sebelum atau sesudah ia disunat? <strong>Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Perhatikan! <strong>Abraham dibenarkan SEBELUM <\/strong>dia melakukan perintah sunat! Tapi dia tetap melakukan sunat itu walaupun <strong>SUDAH dibenarkan<\/strong>.<br>Jadi tanpa perbuatan, iman itu cuman &#8220;ngomong doank,&#8221; &#8220;asal bunyi.&#8221;<br>Contoh misal saya dikasihtau, &#8220;jangan pegang, ini besi panas, nanti tanganmu terbakar,&#8221; lalu saya bilang &#8220;ya saya percaya,&#8221; tapi lalu saya pegang juga besi itu. Terlihat disini mulut saya bilang percaya tapi sebenarnya itu iman kosong, mati. Perbuatan saya itu menunjukkan iman saya kosong dan mati.<\/p>\n\n\n\n<p>Roma 3:27-28 (TB) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? <strong>Berdasarkan perbuatan? Tidak<\/strong>, melainkan berdasarkan iman!<br>Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan <strong>karena iman, dan bukan<\/strong> karena ia melakukan hukum Taurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Roma 4:3, 6, 10 (TB) Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? &#8220;Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.&#8221;<br>Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah <strong>bukan berdasarkan perbuatannya<\/strong>:<br>Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? <em>Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Roma 5:1 (TB) Sebab itu, kita yang dibenarkan <strong>karena iman<\/strong>, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p>Roma 9:31-32 (TB) Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan <em>karena iman<\/em>, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,<\/p>\n\n\n\n<p>Roma 10:9-10 (TB) Sebab jika kamu <strong>mengaku <\/strong>dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan <strong>percaya <\/strong>dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang <strong>percaya dan dibenarkan<\/strong>, dan dengan mulut orang <strong>mengaku dan diselamatkan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Roma 11:6 Tetapi jika hal itu terjadi <strong>karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan<\/strong>, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Galatia 2:16 (TB) Kamu tahu, bahwa <strong>tidak seorang pun<\/strong> yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi <strong>hanya oleh karena iman<\/strong> dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami <strong>dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan<\/strong> oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: &#8220;<strong>tidak ada seorang pun<\/strong> yang dibenarkan&#8221; oleh karena melakukan hukum Taurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Galatia 3:10-11 (TB) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: &#8220;Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.&#8221;<br>Dan bahwa <strong>tidak ada orang<\/strong> yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: &#8220;Orang yang benar akan <strong>hidup oleh iman<\/strong>.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>2 Timotius 1:9<br>Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, <strong>bukan <\/strong>berdasarkan perbuatan kita, melainkan <strong>berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya<\/strong> sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman<\/p>\n\n\n\n<p>Titus 3:5<br>pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, <strong>bukan<\/strong> karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi <strong>karena rahmat-Nya<\/strong> oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,<\/p>\n\n\n\n<p>Tetaplah berpegang teguh pada iman yang menyelamatkan dan jangan pernah mundur meninggalkan iman yang benar ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibrani 10:38 (TB) Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Efesus 2:8-9 (TB) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-232","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jalan-lurus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=232"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":237,"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions\/237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.matikemana.com\/web1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}